Debu tanah berterbangan saat sejumlah kendaraan melintas di jalan di antarana pepohonan hutan jati di kawasan Kabuh, Jombang, Jawa Timur. Jalan tersebut adalah jalur alternatif yang banyak dilalui kendaraan termasuk pemudik yang hendak menghemat jarak 25 kilometer dari Jombang menuju Bojonegoro. Bertahun-tahun, jalan alternatif tersebut tak pernah mulus.
Selalu saja ada bagan yang rusak. Tiga kabupaten yang dilalui jalan tersebut yakni Jombang (kabuh), Lamongan (Sukorame) dan Bojonegoro (Sugihwaras) seperti kehabisan akal untuk memperbaiki jalur tersebut. Mulai dari melakukan aspal, Hotmik, paving bahkan jalan beton pernah di coba. Namun hasilnya selalu mengecewakan.
Di balik debu-debu dan hentakan motor yang melaju "offroad", tiga pasang tangan kecil sibuk mengeruk tanah kering dan menambal bagian jalan yang rusak. Samsul (14), Arif (11) dan Iwan (10) adalah salah satu anak-anak yang memanfaatkan jalan rusak untuk mencari pekerjaan dengan upah sukarela dari para supir truk, penumpang colt bahkan pemudik. Per hari mereka mampu mengumpulkan Rp70 ribu rupiah.
Di awali dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore. Dimana ada jalan rusak, anak-anak seperti Samsul, Arif dan Iwan selalu ada untuk memenfaatkan keadaan untuk mencari rejeki meski hanya sekedar untuk uang jajan.
Text & Foto : Ari Bowo Sucipto/Oka.