Your Ads Here !

Kontak«
Kamis, 24 Apr 2014
Rabu, 21 Des 2011 13:36:59

Kebersamaan yang Tak Lekang


Kebersamaan, bagi sebagian masyarakat di Tanah Air, sudah menjadi barang langka. namun tidak bagi warga di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Jatim.

Di tengah-tengah hiruk pikuk hodenisme, ikatan komunal warga yang dikenal sebagai komunitas Samin di Bojonegoro itu, tak lekang oleh zaman. Mulai, bekerja bersama dalam membangun rumah, membagi makanan secara bersama, juga tolong menolong di berbagai aktivitas masih mengental di urat nadi warga yang berada di tengah-tengah kawasan hutan jati itu.

Bahkan warga setempat, yang masih "ngugemi" (memegang teguh) ajaran Ki Samin Surosentiko, tidak mengenal kepemilikan individu, karena semua pada prinsipnya milik alam dan dimanfaatkan secara bersama.

Senyampang dengan bergulirnya waktu dan perkembangan teknologi, komunitas Samin dengan jumlah 127 kepala keluarga (KK) dengan jumlah sekitar 1.200 jiwa itu, memang sudah berubah. Mereka, sudah mengenal kehidupan modern di berbagai bidang, mulai komputer, telepon selular, internet, namun kesederhanaan, keluguan dan kebersahajaannya, sulit dicari tandingnya di Tanah Air.

Bagi golongan kaum muda, Kyai Samin Surosentiko, di lingkungan setempat, tidak hanya sekedar sebagai tokoh, lebih jauh, merupakan lambang keperkasaan Raja Tanah Jawa yang sulit ditaklukkan penjajah kolonial Belanda dan menjadi lambang pemersatu.

Hal itu, tidak lepas dari prinsip dasar Kyai Samin Surosentiko yakni "Wong urip ora entuk, srei, dengki, kemiren, siya marang sapadha-padha urip" (orang hidup tidak boleh, serakah, dengki, iri, dan sewenang-wenang kepada sesama hidup).

Sikap kebersamaan juga ditampilkan dalam kehidupan masyarakat Tengger di Pasuruan saat menggarap ladang, karena mereka menyadari bahwa dalam membangun kehidupan tidak mungkin dilakukan sendiri, keculai dengan kebersamaan.

Sifat saling menghargai, saling menolong dan saling melindungi yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari perlu terus ditumbuhkembangkan sejak usia dini, baik di antara sesama teman di sekolah, sesama teman sepermainan, maupun dalam hidup bertetangga dan dalam keluarga.

Menumbuhkan sikap kebersamaan dapat dilakukan dalam kegiatan "Outbond" di kalangan pelajar, seperti yamg dilakukan siswa SD se-Kabupaten Pamekasan. Mereka belajar saling memberi dan menerima serta saling mempercayai satu sama lainnya dalam melakukan kegiatan. Aktivitas tersebut seiring dengan upaya pemerintah menumbuhkan sikap solidaritas sesama warga yang diperingati pada Hari Kesetiakawanan Sosialsetiap 20 Desember.

Teks dan Foto- Slamet Agus Sudarmojo, Musyawir dan Saiful Bachri.
  • /UserFiles/story/HKSN-1_20122011145209_21122011133635.jpg

    Image Number 1
  • /UserFiles/story/HKSN-13_20122011145256_21122011133635.jpg

    Image Number 2
  • /UserFiles/story/HKSN-11_20122011145209_21122011133635.jpg

    Image Number 3
  • /UserFiles/story/HKSN Tengger-2_21122011104010_21122011133635.jpg

    Image Number 4
  • /UserFiles/story/HKSN Samin2_21122011133635.jpg

    Image Number 5
  • /UserFiles/story/HKSN -Samin_21122011133635.jpg

    Image Number 6
  • /UserFiles/story/HKSN-Samin3_21122011133635.jpg

    Image Number 7
Loading
COPYRIGHT © 2010 FOTO dot ANTARAJATIM dot COM