Your Ads Here !

Kontak«
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 27 Jan 2012 12:20:03

Untung Rugi Bencana Banjir


Sebagian besar masyarakat menganggap bencana banjir adalah musibah. Namun sebagian kecil warga menilai banjir tidak selalu menyulitkan, karena ada saja hal-hal yang membuat seseorang mendapat keuntungan.

Karena itu, bencana banjir, tidaklah selalu menimbulkan kesulitan, paling tidak bagi sebagian orang yang justru bisa mengambil keuntungan di balik itu. Apalagi kalangan anak-anak, malah banjir dijadikan sebagai kolam renang gratis. Padahal cukup riskan bagi mereka yang tidak bisa berenang.

Hal yang biasa dilakukan warga di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Jatim, adalah mencari kayu bakar, justru di saat banjir datang. Karena terbawa arus air luapan banjir Bengawan Solo, banyak kayu yang bisa dipungut untuk dikumpulkan dan dikeringkan sebagai bahan baku kayu bakar.

Hal yang tidak jauh berbeda juga dilakukan, para remaja di Desa Banjarsari, juga di Kecamatan Trucuk, yang memanfaatkan luapan sungai terpanjang di Jawa itu, sebagai ajang bermain, mandi bersama.

Berbeda dengan pengayuh becak, tetap berusaha memanfaatkan genangan banjir di kawasan Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Bojonegoro, sebagai ajang mencari rezeki, dengan menyeberangkan penumpang.

Di jalan Raya Pucuk, Lamongan, sejumlah warga tak ketinggalan memanfaatkan terjadinya genangan air banjir yang menggenangi jalanan setempat, untuk mencuci kendaraan bermotor roda dua. Banjir, tidaklah selalu membawa kesulitan, tentunya bagi yang bisa mengambil kesempatan, di balik datangnya musibah itu.

Banjir lagi... banjir lagi

Sementara itu, wilayah Pasuruan sebenarnya bisa disebut tidak mempunyai sungai yang besar. Namun kenyataannya wilayah ini tidak pernah luput dari bencana banjir.

Banjir di Pasuruan setidaknya disebabkan dua hal, yakni kiriman air bah dari daerah hulu, dan kenaikkan permukaan air laut yang pasang, sehingga sejumlah sungai menjadi meluap.

Tanda-tanda banjir di Pasuruan juga bisa dibaca dengan cara melihat kondisi cuaca wilayah. Jika hujan turun lebat di daerah hulu sekitar Prigen dan Pandaan, dipastikan daerah hilir seperti Beji, dan Bangil bakal terendam banjir. Banjir kriman dari daerah hulu Prigen dan Pandaan aklan turun melalui badan Sungai Kedungkarangan.

Begitu juga jika hujan lebat mengguyur wilayah Lawang Malang, dan Purwosari, maka wilayah Kraton bakal terendam banjir. Banjir kriiman di wailayah ini akan melewati badan Sungai Welang.

Ruas jalan yang sering terendam banjir meliputi Jalan Raya Beji, Bangil, Kraton, serta Grati. Jika ruas jalan Beji, Bangil, dan Kraton terendam banjir maka arus kendaraan dialihkan lewat Pandaan - Purwosari - Pasuruan atau sebaliknya.

Hutan di hulu gundul, badan sungai dangkal karena tingginya erosi, serta banyaknya saluran yang mampat tersumbat sampah. Kalau sudah begini, bukan hanya petugas penanggulangan bencana, maupun polisi yang mempunyai tugas ekstra, tapi masyarakat luas yang terkena dampakya.

FOTO/Slamet Agus Sudarmojo dan Musyawir.
  • http://www.antarajatim.com/foto/UserFiles/story/Kesempatan Di Antara Banjir - 1_26012012093357.jpg

    Image Number 1
  • http://www.antarajatim.com/foto/UserFiles/story/Kesempatan Di Antara Banjir - 2_26012012093357.jpg

    Image Number 2
  • http://www.antarajatim.com/foto/UserFiles/story/Kesempatan Di Antara Banjir - 3_26012012093357.jpg

    Image Number 3
  • http://www.antarajatim.com/foto/UserFiles/story/Kesempatan Di Antara Banjir - 4_26012012093357.jpg

    Image Number 4
  • http://antarajatim.com/foto/UserFiles/story/BanjirPas2_24012012164359.jpg

    Image Number 5
  • http://antarajatim.com/foto/UserFiles/story/BanjirPas7_24012012164737.jpg

    Image Number 6
  • http://antarajatim.com/foto/UserFiles/story/BanjirPas1_24012012164152.jpg

    Image Number 7
Loading
COPYRIGHT © 2010 FOTO dot ANTARAJATIM dot COM