Your Ads Here !

Kontak«
Sabtu, 29 Nov 2014
Rabu, 31 Okt 2012 19:51:49

SOERABAIA (Perak-Tugu Pahlawan-Balai Kota) TEMPO DOELOE


1. BALAI KOTA SURABAYA (foto 1) Gedung Kotamadya Surabaya itu didirikan pada tahun 1925 dengan arsiteknya yakni G.C. Citroen, seorang arsitek yang terkenal berkedudukan di Surabaya. Letaknya yang sangat strategis dan tampak depannya yang berbentuk simetris dengan lebar 102 meter, membuat bangunan ini berkesan monumental yang sangat kuat sekali.

2. PELABUHAN TANJUNG PERAK (foto 2 dan 3) Tanjung Perak adalah pelabuhan di Kota Surabaya yang memiliki terminal peti kemas. Tanjung Perak merupakan pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok, Jakarta. Pelabuhan penumpang Tanjung Perak menghubungkan Surabaya dengan kota-kota pelabuhan lain di Indonesia. Ada pula kapal feri dengan rute Surabaya-Banjarmasin. Di sebelah pelabuhan Tanjung Perak terdapat Pelabuhan Ujung, yakni pelabuhan feri dengan tujuan Madura.

3. STASIUN GUBENG (foto 4) Stasiun Surabaya Gubeng (SGU) adalah stasiun kereta api (KA) di Gubeng, Surabaya, Jawa Timur dan berada di bawah naungan PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi VIII. Stasiun ini merupakan stasiun KA terbesar di Surabaya yangberdiri pada tahun 1878. Pada zaman penjajahan digunakan/berfungsi untuk mengangkut tentara. Stasiun Surabaya Gubeng pertama kali dibangun di sisi barat rel KA. Pada pertengahan dekade 1990-an, bangunan baru Stasiun Surabaya Gubeng dibangun di sisi timur rel KA dengan arsitektur lebih modern dan lebih luas. Stasiun Gubeng memiliki enam jalur utama, yakni jalur 1 (paling barat) untuk pemberangkatan KA Ekonomi ke arah selatan, jalur 2 untuk kedatangan kereta dari arah selatan, jalur 3 dan 4 untuk tempat singgah KA Logawa, Sri Tanjung, dan Penataran Icon selama proses langsiran lokomotif dan sebagai jalur berjalan langsung untuk KA Barang, jalur 5 untuk kedatangan KA bisnis dan eksekutif dari arah selatan dan juga sebagai jalur berjalan langsung untuk KA Barang dan jalur enam (paling timur) untuk pemberangkatan dan kedatangan KA Bisnis dan eksekutif.

4. TUGU PAHLAWAN (foto 5) Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Monumen setinggi 41,15 meter itu berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia. Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.

5. JALAN TUNJUNGAN (foto 6 dan 7) Foto 6 yang dibidik pada tahun 1920 menunjukkan Jalan Tunjungan, sedangkan foto 7 yang dibidik pada tahun 1953 menunjukkan Jalan Tunjungan nomer 100 yang menampakkan Hotel "Mojopahit" yang dulu bernama Hotel "Oranje" atau di zaman Jepang dikenal sebagai "Yamato" Hoteru. Sejak tahun 1930-an, Jalan Tunjungan menjadi pusat komersial Kota Surabaya. Jalan ini adalah jalan penghubung yang menjadi daerah pertokoan utama di Surabaya. Jalan tersebut menghubungkan daerah perumahan di sebelah Selatan-Timur dan Barat (Gubeng, Darmo, Ketabang dan Sawahan) dengan daerah perdagangan di sekitar Jembatan Merah. Di sepanjang Jalan Tunjungan terdapat berbagai macam toko dan restoran. Salah satunya adalah bangunan pertokoan dan restaurant "HELLENDORN" di pojok Jl. Kenari dan Jl. Tunjungan. Perancangnya adalah Ir. Th. Van Oyen. Ada pula Gedung Siola. Sebelum menjadi Toko Siola, gedung ini dulu dipakai sebagai toko serba ada Inggris yang bernama "WHITEAWAY". Pada tahun 1940-an dipakai untuk menjual barang-barang yang didatangkan dari Jepang, namanya berganti menjadi "TOKO CHIYODA". Meskipun mengalami beberapa kali ganti wajah depannya, sekarang Gedung Siola masih merupakan markah tanah bagi lingkungan di sekitar Jalan Tunjungan.

(foto-foto dari: Perpustakaan Universitas Kristen Petra Surabaya)

  • http://antarajatim.net/foto/UserFiles/story/balaikotasurabaya50an_10102012143354.jpg

    Image Number 1
  • http://antarajatim.net/foto/UserFiles/story/mercu-suar-pelabuhan-tanjung-perak1_10102012143354.jpg

    Image Number 2
  • http://antarajatim.net/foto/UserFiles/story/mercu-suar-pelabuhan-tanjung-perak2_10102012143354.jpg

    Image Number 3
  • http://antarajatim.net/foto/UserFiles/story/stasiungubeng_10102012143354.jpg

    Image Number 4
  • http://antarajatim.net/foto/UserFiles/story/tugupahlawandoeloe_10102012143354.jpg

    Image Number 5
  • http://antarajatim.net/foto/UserFiles/story/tunjungan1_10102012143354.jpg

    Image Number 6
  • http://antarajatim.net/foto/UserFiles/story/tunjungan2_10102012143354.jpg

    Image Number 7
Loading
COPYRIGHT © 2010 FOTO dot ANTARAJATIM dot COM